Data KomputasiPengantar Sistem Komputer 

Pengertian data komputasi dan macam-macam bilangan

Pengertian

Pada artikel kali ini kita akan membahas mata kuliah pengantar sistem komputer terkait data komputasi. dalam data komputasi terdapat 2 permasalahan penting yaitu tipe data dan penyimpanannya dalam memori komputer. Setiap bahasa pemrograman mempunyai cara yang berbeda-beda dalam hal penggolongan tipe data dan penggunaan memori untuk masing-masing tipe data. tipe data terdiri dari integer, real, karakter, dan logika (boolean). Dalam memori komputer, setiap data akan disimpan dalam bentuk kode biner.

Data Integer

Tipe data integer merupakan data untuk angka bulat atau data angka yang tidak mempunyai titik desimal. Data integer akan disimpan dengan ukuran 2 byte dalam memori atau 16 bit (1 byte = 8 bit). Untuk bilangan integer bertanda (signed integer) maka cacah data yang dapat disimpan sebanyak 215 macam. Dan salah satu bit, yaitu bit paling awal pada 16 bit tersebut digunakan untuk menyimpan tanda (positif atau negatif). Sedangkan untuk bilangan integer tak bertanda (unsigned integer) cacah data yang dapat disimpan sebanyak 216 macam.

Contoh :

Bilangan 10 dalam sistem bilangan desimal, jika disimpan dalam memori komputer harus dikonversi ke dalam bentuk biner, yaitu 0000 0000 0000 1010. Bilangan 5 dalam sistem bilangan desimal disimpan sebagai 0000 0000 0101. Sedangkan bilangan 15 akan disimpan dengan kode 0000 0000 0000 1111

Data Real

Data tipe real merupakan data angka pecahan atau mempunyai titik desimal. Dalam sistem komputer, bilangan real akan disimpan dalam ruang memori sebesar 4 byte atau 32 bit. Data real disimpan dalam format scientific number, yaitu:

M x bE

Keterangan,

M   : mantisa bulat

b    : basis bilangan

E   : eksponen

Data Karakter

Data tipe karakter merupakan data berupa huruf atau kosong (null). Di memori komputer, data karakter akan di simpan dalam 1 byte atau 8 bit. Dengan demikian macam-macam data yang dapat disimpan adalah sebanyak 28 = 256 macam. Dengan bilangan data cacah sebanyak itu, maka semua jenis karakter yang kita kenal selama ini (A .. Z, a .. z) termasuk karakter simbol khusus ($, *, &, ^, (, ), [, ], {, }, @, !, ?, %, dll) akan dapat dikodekan dan disimpan menggunakan kombinasi 8 bit 0 dan 1, hingga seluruhnya berjumlah 256 karakter.

Data Logika (Bolean)

Tipe data logika dikenal pula sebagai data tipe boolean. Tipe data logik hanya memiliki 2 macam data yaitu benar(true) dan salah(false). Data logik/Bolean akan di simpan dalam 1 byte. yaitu jika bernilai salah maka 0000 0000  dan jika bernilai benar 0000 0001 .

Sistem Bilangan

Sistem bilangan digunakan untuk mewakili data angka/numeric dalam sistem komputer, baik integer maupun real. sistem tersebut yang digunakan dalam sistem komputer meliputi sistem bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal. Bilangan biner digunakan oleh bahasa mesin, sedangkan sistem bilangan oktal, desimal, dan heksadesimal digunakan dalam bahasa rakitan (Assembler) dan dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi. Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan dari masing-masing bilangan :

a. Bilangan Biner

Sistem bilangan biner menggunakan basis 2, yaitu menggunakan dua macam simbol bilangan, yaitu 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai setiap digit bilangan biner dapat dihitung dengan urutan nilai posisi 20, 21, 22, 23, …, dst yang dihitung mulai dari digit paling kanan.

b. Bilangan Oktal

Sistem bilangan oktal menggunakan basis 8, yaitu menggunakan delapan macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Nilai setiap digit bilangan oktal dapat dihitung dengan urutan nilai posisi 80, 81, 82, 83, …, dst yang dihitung mulai dari digit paling kanan.

c. Bilangan Desimal

Sistem bilangan desimal menggunakan basis 10, yaitu menggunakan sepuluh macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sistem bilangan desimal merupakan sistem bilangan yang telah kita gunakan dalam perhitungan sehari-hari

d. Bilangan Heksadesimal

Sistem bilangan heksadesimal menggunakan basis 16, yaitu menggunakan enam macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0, A, B, C, D, E, dan F. Nilai setiap digit bilangan heksadesimal dapat dihitung dengan urutan nilai posisi 160, 161, 162, 163, …, dst yang dihitung mulai dari digit paling kanan.

Demikian artikel terkait materi kuliah yang berjudul “Pengertian data komputasi dan macam-macam bilangan”. Untuk dapat mendapatkan materi seputar APBO secara lengkap, dapat di download melalui link berikut ini MatKul PSK Semoga bermanfaat

Related posts

Leave a Comment